Sport

Piala Dunia 2026 Diprediksi Munculkan Juara Baru

Jakarta (KABARIN) - Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menghadirkan kejutan besar. Tidak hanya karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara sekaligus, tetapi juga karena peluang munculnya juara baru semakin terbuka lebar.

Dewan Pembina Garudayaksa FC Academy, Fary Djemy Francis, menilai peta persaingan sepak bola dunia saat ini sudah banyak berubah. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim kini tidak lagi hanya ditentukan oleh status sebagai negara besar atau sejarah panjang di Piala Dunia.

“Kini, keberhasilan tidak lagi semata ditentukan oleh nama besar, tetapi oleh kualitas sistem, kedalaman skuad, dan kemampuan beradaptasi. Dalam konteks tersebut, Belanda dan Jepang layak disebut sebagai dua kekuatan disruptif Piala Dunia 2026,” kata Fary dalam keterangan tertulis pada Kamis.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga menjadi yang pertama menggunakan format 48 peserta.

Ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut akan dibuka pada Jumat (12/6) dini hari pukul 02.00 WIB melalui laga antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.

Pertandingan pembuka itu mengingatkan publik pada laga pembuka Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Meksiko dan Afrika Selatan bermain imbang 1-1 setelah gol Siphiwe Tshabalala dibalas oleh Rafael Marquez.

Dalam pandangan Fary, salah satu tim yang berpotensi mencuri perhatian adalah Belanda. Meski tidak selalu masuk daftar favorit utama, tim berjuluk De Oranje itu dinilai memiliki fondasi sepak bola yang kuat serta tradisi panjang dalam melahirkan pemain kelas dunia.

Menurutnya, Belanda justru sering tampil lebih efektif ketika tekanan dan ekspektasi publik tidak terlalu besar.

Pada Piala Dunia 2026, Belanda tergabung di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.

“Dengan kombinasi pemain senior dan generasi baru yang matang di liga-liga elite Eropa, Belanda berpotensi menjadi 'silent contender' yang perlahan menyingkirkan para unggulan hingga mencapai partai puncak,” tambah Fary.

Selain Belanda, Jepang juga menjadi tim yang menarik perhatian. Fary menilai perkembangan sepak bola Jepang merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara sistematis dan konsisten.

Berbeda dengan banyak negara yang mengandalkan pemain bintang, Jepang berkembang melalui kekuatan kolektif, pembinaan usia muda, investasi jangka panjang, serta budaya kerja yang kuat.

Saat ini, Jepang dianggap sebagai salah satu representasi sepak bola Asia modern yang mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah membuktikan mampu mengalahkan tim-tim elite dunia. Hal ini menunjukkan bahwa batas antara negara favorit dan nonfavorit semakin tipis,” kata dia.

Ketika ditanya mengenai peluang juara, Fary tidak menutup kemungkinan Belanda maupun Jepang mampu menciptakan sejarah dengan mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.

“Bila skenario tersebut terjadi, maka Piala Dunia 2026 akan dikenang bukan karena mempertahankan dominasi lama, melainkan karena menjadi titik awal lahirnya tatanan baru sepak bola dunia,” tutup dia.

Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Piala Dunia 2026 bisa menjadi salah satu edisi paling bersejarah karena menandai lahirnya kekuatan baru yang mampu mematahkan dominasi negara-negara tradisional dalam sepak bola dunia.

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: